Bengkulu — Forum Aktivis Bengkulu Bersatu (FABB) menegaskan rencana pelaksanaan aksi damai pada 30 September 2026 di Provinsi Bengkulu. Aksi tersebut akan membawa sejumlah persoalan yang dinilai berkaitan dengan dugaan korupsi dan dugaan pelanggaran hukum di sejumlah daerah di Provinsi Bengkulu.
Penegasan itu disampaikan setelah FABB menggelar rapat koordinasi dan persiapan aksi di Kota Bengkulu, Kamis malam (17/9/2026).
Rapat yang diikuti pengurus inti FABB tersebut membahas berbagai persiapan aksi, termasuk sejumlah persoalan yang akan disampaikan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum.
Ketua FABB Herman Lufti, didampingi Ketua Harian M. Zen Ferry, Koordinator FABB Dedi Mulyadi serta sejumlah pengurus lainnya, mengatakan rapat tersebut merupakan bagian dari konsolidasi internal menjelang aksi.
“Kami baru saja melakukan rapat bersama pengurus inti FABB dalam rangka koordinasi persiapan aksi pada 30 September 2026. Ini merupakan kelanjutan dari aksi-aksi kita sebelumnya,” ujar Herman.
Herman mengatakan, FABB berharap aksi tersebut mendapat dukungan masyarakat Bengkulu sebagai bentuk partisipasi dalam menyampaikan aspirasi dan melakukan kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.
“Kami mengajak masyarakat Bengkulu untuk memberikan dukungan. Apa yang kami lakukan merupakan upaya memperjuangkan hak masyarakat serta bentuk kontrol sosial terhadap pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten dan kota di Bengkulu,” katanya.
Ia menambahkan, masih terdapat sejumlah persoalan yang menurut FABB perlu mendapat perhatian pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
Sementara itu, Koordinator FABB Dedi Mulyadi bersama Ketua Harian M. Zen Ferry menyampaikan bahwa aksi 30 September akan membawa sejumlah isu dengan fokus pada persoalan penegakan hukum, termasuk dugaan tindak pidana korupsi.
“Persoalan yang kita bawa nanti cukup banyak, tetapi tetap fokus pada penegakan hukum di Provinsi Bengkulu, terutama terkait dugaan tindak pidana korupsi,” kata Dedi.
Menurut Dedi, aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi dan dukungan terhadap upaya penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan bagi masyarakat.
Dedi mengatakan, rincian persoalan yang akan disampaikan dalam aksi belum diungkapkan secara keseluruhan. FABB berencana menyampaikan sejumlah isu tersebut secara lebih lengkap kepada awak media menjelang pelaksanaan aksi pada 30 September 2026.
(Indra)

Tinggalkan Balasan