BENGKULU – Aktivitas pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. M. Yunus Bengkulu mulai terlihat sejak pagi hari. Sejumlah pasien dan keluarga pasien tampak menunggu di area pendaftaran maupun poliklinik untuk mendapatkan layanan kesehatan.

 

Sebagai rumah sakit rujukan tingkat provinsi, RSUD dr. M. Yunus memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bengkulu. Karena itu, kualitas pelayanan, ketersediaan obat-obatan, serta kondisi fasilitas rumah sakit menjadi perhatian publik.

 

Beberapa pasien dan keluarga pasien mengaku masih menghadapi waktu tunggu yang cukup lama saat mengakses layanan rawat jalan.

 

“Saya dari Seluma, berangkat sekitar pukul tiga subuh supaya bisa mendapatkan nomor antrean lebih awal,” ujar Halimah (47), salah seorang keluarga pasien yang ditemui di lokasi.

 

Selain persoalan antrean, sejumlah pengunjung juga menyoroti kondisi ruang tunggu yang dinilai cukup padat pada jam-jam tertentu. Mereka berharap adanya peningkatan kenyamanan fasilitas bagi pasien dan keluarga yang menunggu pelayanan.

 

Keluhan lain yang disampaikan sejumlah pasien berkaitan dengan ketersediaan obat di depo farmasi rumah sakit. Beberapa pasien mengaku harus membeli obat di apotek luar karena obat yang diresepkan tidak tersedia saat itu.

 

“Anak saya membutuhkan obat segera, tetapi stok di rumah sakit sedang tidak tersedia sehingga kami membeli di apotek luar,” ujar seorang keluarga pasien.

 

Kondisi tersebut dinilai dapat menambah beban biaya pengobatan, terutama bagi keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas.

 

Di tengah berbagai tantangan pelayanan, kondisi keuangan RSUD dr. M. Yunus juga menjadi perhatian masyarakat. Berdasarkan informasi yang beredar, rumah sakit tersebut memiliki kewajiban operasional yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah.

 

Besarnya nilai kewajiban tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat mengenai pengelolaan anggaran, pemenuhan kebutuhan obat-obatan, serta pengadaan alat kesehatan. Namun demikian, informasi tersebut masih memerlukan penjelasan resmi dari manajemen rumah sakit maupun instansi terkait agar diperoleh gambaran yang utuh dan berimbang.

 

Belum lama ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu melantik jajaran pimpinan baru RSUD dr. M. Yunus, yakni dr. Hery Kurniawan sebagai Direktur dan Eri Murianto, SKM., MM. sebagai Wakil Direktur Umum dan Keuangan.

 

Pelantikan tersebut diharapkan dapat membawa perbaikan dalam berbagai aspek pelayanan rumah sakit, mulai dari peningkatan kualitas layanan, pembenahan tata kelola, penguatan manajemen keuangan, hingga pemenuhan kebutuhan obat dan alat kesehatan.

 

Masyarakat berharap kepemimpinan baru mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi RSUD dr. M. Yunus sehingga rumah sakit rujukan utama di Provinsi Bengkulu tersebut dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat.

 

Hingga berita ini ditulis, pihak RSUD dr. M. Yunus belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai keluhan yang disampaikan pasien maupun kondisi keuangan rumah sakit. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi guna memenuhi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.

(Red.)