TANGERANG — Upaya mendorong percepatan pembangunan dan penguatan ekonomi masyarakat di Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, mulai menunjukkan hasil. Keikutsertaan Enggano dalam rangkaian Business & Partnership Matching APKASI Otonomi Expo 2026 di ICE BSD, Tangerang, pada 27–29 Agustus 2026, membuka peluang kerja sama investasi di sejumlah sektor strategis.

Dalam forum business matching tersebut, potensi Enggano diperkenalkan kepada sejumlah calon mitra usaha dan investor. Hasilnya, terdapat tujuh peluang kerja sama bisnis yang berhasil dijajaki dan menjadi perhatian, mulai dari energi terbarukan, perkebunan, komoditas pisang, pelabuhan hingga industri berbasis kelapa.

Sejumlah agenda business matching yang dibawa untuk pengembangan Enggano antara lain:

1. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bersama Batreku, sebagai upaya memperkuat kemandirian dan ketahanan energi di wilayah kepulauan.

2. Pembangunan pabrik karet melalui GAPKINDO.

3. Pengembangan ekspor daun pisang bersama ID SEED.

4. Pembangunan industri pengolahan tepung pisang, juga melalui penjajakan dengan ID SEED.

5. Pengembangan Pelabuhan Internasional Ketahun bersama ABUPI, yang diharapkan dapat memperkuat konektivitas logistik dan membuka akses perdagangan.

6. Pengembangan Virgin Coconut Oil (VCO) dan produk turunan kelapa bersama PT Waz Global Ventures.

Dari berbagai penjajakan tersebut, terdapat sejumlah proyek yang dinilai memiliki prospek langsung bagi pengembangan ekonomi Enggano, khususnya sektor yang bersentuhan dengan masyarakat dan pelaku UMKM.

Empat peluang yang menjadi sorotan utama adalah pembangunan pusat energi tenaga surya, ekspor daun pisang, pembangunan pabrik tepung pisang, serta investasi VCO dan minyak goreng berbahan kelapa.

Pengembangan tersebut dinilai sejalan dengan karakteristik Enggano sebagai wilayah kepulauan yang memiliki kekayaan sumber daya alam sekaligus membutuhkan penguatan infrastruktur, akses pasar, teknologi pengolahan, dan konektivitas.

Jika dapat direalisasikan secara bertahap, investasi tersebut berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan baru, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, memperluas pasar produk masyarakat, serta mendorong pertumbuhan UMKM di Enggano.

Selama ini, salah satu tantangan pengembangan ekonomi di wilayah kepulauan adalah bagaimana komoditas lokal tidak hanya dijual dalam bentuk mentah. Karena itu, rencana pembangunan fasilitas pengolahan seperti pabrik tepung pisang serta industri VCO dan produk turunan kelapa menjadi penting.

Dengan adanya fasilitas pengolahan di dalam atau sekitar wilayah pengembangan, hasil produksi masyarakat diharapkan dapat memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Rantai usaha juga dapat berkembang, mulai dari petani dan pemasok bahan baku, proses produksi, pengemasan, distribusi hingga pemasaran.

Sementara itu, peluang ekspor daun pisang membuka kemungkinan bagi komoditas yang selama ini dianggap sederhana untuk masuk ke pasar yang lebih luas dan memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat.

Rencana pembangunan pusat energi tenaga surya juga menjadi salah satu terobosan penting. Ketersediaan energi yang memadai merupakan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi, terutama jika Enggano ke depan mulai mengembangkan industri pengolahan hasil pertanian dan perkebunan.

Ketersediaan energi yang lebih andal akan mendukung kegiatan produktif masyarakat, UMKM, fasilitas pengolahan, serta berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

Dengan demikian, pengembangan energi terbarukan tidak hanya dipandang sebagai proyek infrastruktur, tetapi juga sebagai pendukung utama tumbuhnya ekosistem ekonomi baru di Enggano.

Penjajakan investasi tersebut membawa harapan baru bagi masyarakat. Pengembangan industri dan perdagangan diharapkan tidak berhenti pada masuknya modal, tetapi mampu menciptakan kemitraan dengan masyarakat lokal.

Pelaku UMKM dapat mengambil peran sebagai pemasok bahan baku, produsen pendukung, penyedia jasa, maupun bagian dari rantai distribusi dan pemasaran.

Dengan model tersebut, manfaat investasi diharapkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Enggano.

Salah satu perwakilan yang terlibat dalam perjuangan mendorong pengembangan Enggano, Zakaria/Pak Reni, mengungkapkan rasa syukur atas terbukanya sejumlah peluang tersebut.

“Enggano tembus dengan projek pembangunan pusat energi tenaga surya, ekspor daun pisang, pembangunan pabrik tepung pisang, serta pembangunan investasi VCO dan minyak goreng.”

Ia juga menyampaikan rasa syukur atas proses panjang yang telah dilalui.

“Terima kasih Tuhan, Engkau menjawab jeritan dalam perjuangan ini. Semoga bisa meningkatkan UMKM.”

Keikutsertaan dalam Business & Partnership Matching APKASI Otonomi Expo 2026 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi Enggano kepada dunia usaha.

Namun, business matching merupakan tahap awal penjajakan kerja sama. Tahapan berikutnya menjadi sangat penting, mulai dari kajian kelayakan, kepastian lokasi, perizinan, pembiayaan, kesiapan infrastruktur, kesepakatan dengan mitra, hingga realisasi investasi.

Jika seluruh proses tersebut dapat dikawal dengan baik, peluang yang dibuka di ICE BSD pada 27–29 Agustus 2026 ini dapat menjadi awal dari transformasi ekonomi Enggano—dari wilayah yang kaya potensi alam menjadi kawasan yang mampu mengolah, memasarkan, dan mengekspor produk bernilai tambah sekaligus memperkuat UMKM masyarakat setempat.

Enggano bukan lagi sekadar menyimpan potensi. Kini, potensi itu mulai dipertemukan dengan mitra, modal, teknologi, dan akses pasar.

(Ali)