Bengkulu, 22 Juni 2026 – Penolakan terhadap rencana perkebunan kelapa sawit di Pulau Enggano semakin menguat setelah audiensi di Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (22/6/2026).

Forum Aktivis Bengkulu Bersatu (Forum Aktivis Bengkulu Bersatu) bersama perwakilan masyarakat

menegaskan sikap penolakan terhadap rencana tersebut.

 

Audiensi tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Dr. H. Herwan Antoni, SKM., M.Kes., M.Si., Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Bengkulu, Kepala Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kabid Kesra), serta Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Bengkulu.

 

Perwakilan masyarakat Enggano, Mustakim, menegaskan bahwa masyarakat secara bulat menolak masuknya perkebunan sawit karena dinilai berpotensi mengancam lingkungan, ruang hidup, serta keberlanjutan ekosistem Pulau Enggano.

 

Ketua Umum FABB, Herman Lutfi, turut mempertegas bahwa organisasi bersama masyarakat akan terus mengawal penolakan tersebut hingga ada keputusan final dari pemerintah.

 

Ketua Harian FABB M. Zen Ferry, S.E. dan Koordinator FABB Dedi Mulyadi juga menyampaikan kekhawatiran terhadap potensi kerusakan lingkungan dan konflik sosial apabila rencana perkebunan tetap dilanjutkan.

 

Dalam audiensi tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu menegaskan bahwa Gubernur Bengkulu Helmi Hasan bersama Wakil Gubernur Mian secara tegas menyatakan menolak rencana perkebunan kelapa sawit di Pulau Enggano.

Sikap tersebut disampaikan sebagai respons resmi pemerintah daerah atas aspirasi masyarakat dan hasil pembahasan lintas instansi.

 

Selain itu, Sekda juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam waktu dekat akan menyurati Bupati Bengkulu Utara sebagai langkah tindak lanjut administratif atas hasil audiensi dan penegasan sikap pemerintah provinsi.

 

Audiensi berlangsung dinamis namun kondusif, dengan penegasan sikap dari masyarakat, aktivis, dan pemerintah. FABB dan masyarakat Enggano menyatakan akan terus mengawal keputusan ini hingga ada kepastian hukum yang melindungi Pulau Enggano dari rencana ekspansi perkebunan sawit.

Anthonius