BENGKULU – Lidik Indonesia News – Sejumlah perwakilan serikat pekerja dan serikat buruh di Bengkulu menggelar rapat konsolidasi untuk membahas pembentukan Aliansi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh Bengkulu pada Rabu (5/8/2026). Pertemuan berlangsung mulai pukul 16.00 WIB hingga malam hari di sebuah kafe dan restoran di Jalan Depati Payung Negara, Kelurahan Pagar Dewa, Kota Bengkulu.

 

Rapat dihadiri Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Kota Bengkulu Rendra Ginting, Ketua SPPM Kota Bengkulu Muhamad Taufik, Ketua Serikat Merah Putih Krisnandar, Ketua SPPB Kampung Melayu M. Yusup, Ketua Koperasi TKBM Endang, Sekretaris NIBA Kecamatan Selebar Andi Lala, serta sejumlah pengurus serikat pekerja, advokat, dan tokoh masyarakat.

 

Dalam pertemuan tersebut, peserta membahas sejumlah isu ketenagakerjaan di Provinsi Bengkulu sekaligus mematangkan rencana pembentukan Aliansi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh Bengkulu.

 

Salah satu hasil rapat adalah pembentukan Tim Perumus yang akan menyusun konsep dasar, struktur organisasi, dan mekanisme kerja aliansi. Tim tersebut dijadwalkan menyelesaikan rancangan organisasi sebagai langkah awal menuju pembentukan aliansi secara resmi.

 

Ketua SBSI Kota Bengkulu, Rendra Ginting, mengatakan pembentukan aliansi diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarserikat pekerja dan serikat buruh di Bengkulu.

 

“Melalui terbentuknya aliansi ini, kami berharap seluruh serikat pekerja dan serikat buruh dapat bersatu dalam memperjuangkan hak-hak pekerja sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023. Hak-hak normatif pekerja, seperti upah yang layak, jaminan sosial, keselamatan dan kesehatan kerja, serta kebebasan berserikat harus terus diperjuangkan,” ujar Rendra.»

 

Menurut Rendra, aliansi juga diharapkan dapat mendorong hubungan industrial yang harmonis melalui kerja sama antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

 

“Aliansi ini bukan untuk menciptakan konflik, tetapi menjadi mitra strategis yang konstruktif dalam membangun hubungan industrial yang sehat. Kami ingin memperkuat komunikasi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah agar setiap persoalan ketenagakerjaan dapat diselesaikan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.»

 

Ia juga mengajak organisasi serikat pekerja dan serikat buruh di Bengkulu untuk memperkuat koordinasi dalam memperjuangkan kepentingan pekerja.

 

Rapat ditutup dengan makan malam bersama dan sesi foto sebagai penutup kegiatan. Para peserta menyatakan berharap proses pembentukan Aliansi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh Bengkulu dapat segera diselesaikan setelah Tim Perumus menyusun rancangan organisasi.

AN